Pages

Minggu, 30 Juni 2019

Manfaatkan Festival Sandalwood 2019, TA/TO Rilis Paket Wisata


Pelaksanaan Festival Sandalwood 2019, dimanfaatkan sejumlah travel agent/tour operator untuk menjual paket wisata. Targetnya adalah wisatawan mancanegara. Yang menjadi penawaran adalah eksotisnya alam Sumba. Wisatawan juga akan dikenalkan dengan budaya Sumba.

"Festival Sandalwood 2019 memiliki nilai yang besar. Penawaran atraksi budaya melalui tenun dan Kuda Sandalwood tentu sangat menarik. Konsepnya unik. Daya tarik tersebut pun diperkuat dengan beragam paket wisata lain. Harganya kompetitif," ungkap Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono.

Ada banyak TA/TO yang memanfaatkan momentum ini. Salah satunya, Escape to Sumba. Mereka menawarkan beberapa paket menarik. Penawaran mereka direspons wisatawan Australia, Italia, dan Bali.

Paket yang dipilih beragam. Wisatawan Australia merespon paket Escape to Sumba 4D3N. Paket tersebut dibanderol Rp3,5 Juta per pax.

Untuk wisatawan Italia, paket wisata yang diambil Escape to Sumba 7D6N. Banderol paketnya adalah Rp6,7 Juta per pax. Paket tersebut memungkinkan wisatawan memilih hotel di kota atau pantai.

Owner Escape to Sumba Norce Sattu mengatakan, paket wisata yang ditawarkan berlaku untuk jangka waktu yang panjang. Wisatawan juga memiliki kesempatan mengeksplorasi beragam destinasi.

"Pergerakan wisman bagus di event ini. Ada banyak TA/TO yang membawa wisman. Untuk wisatawan yang kami bawa, mereka tertarik dengan Festival Sandalwood. Paket wisatanya dibuat khusus sehingga wisatawan nyaman menikmati eventnya. Selain ke sini, mereka tetap mengunjungi berbagai destinasi di Sumba. Secara umum, paket wisata yang kami tawarkan hingga Desember 2019," kata Norce.

Escape to Sumba juga menawarkan beragam paket wisata reguler. Seperti paket 3D2N yang dibanderol Rp2,65 Juta per 2 pax. Untuk 1 pax dihargai Rp1,9 Juta. Dengan paket ini, wisatawan pun bisa menikmati berbagai destinasi di Sumba Timur. Destinasinya seperti, Pantai Walakiri, Tanarara, Moringga, Air Terjun Tangedu, dan Pantai Puru Kambera.

Wisatawan juga bisa mengeksplorasi destinasi Sumba Barat Daya. Spotnya, Lapopu, Weekuri, Prai Ijing, Mandorak, Ratenggaro, atau Mbawana.

Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar Esthy Reko Astuty menerangkan, event yang digelar mampu menaikan daya tawar paket wisata TA/TO kepada pasar.

"Keberadaan event memang jadi daya tarik. Daya tawar TA/TO naik karena ada value lainnya yang bisa dinikmati para wisatawan. Experience para wisatawan pun menjadi semakin beragam. Satu sisi, harga yang ditawarkan kompetitif. Yang jelas, kami gembira karena industri pariwisata mendapatkan value secara ekonomi dari Festival Sandalwood 2019," terang Esthy.

Escape to Sumba juga memiliki paket 5D4N. Banderolnya sekitar Rp4,2 per pax. Namun, slot paket ini minimal harus diisi oleh 5 orang. Sama seperti lainnya, paket 5D4N juga memberi space lebar wisatawan menikmati beragam destinasi di Sumba Timur dan Sumba Barat Daya. Seluruh banderol paket wisata sudah termasuk hotel, makan, air mineral, tiket masuk, dan kelapa muda.

"Penyelenggaraan event memang memberi keuntungan bagi industri pariwisata dan masyarakat. Sebab, arus wisatawan positif. Dari situ, ada banyak keuntungan. Untuk itu, industri pariwisata harus tetap berpikir kreatif untuk menghasilkan konten menarik bagi wisatawan," papar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenar Muh. Ricky Fauziyani.

Treatment unik diberikan Escape to Sumba. Wisatawan akan diajak menikmati program sosial budaya melalui kelas mengajar. Wisatawan memiliki kesempatan lebih dekat dengan masyarakat lokal melalui transformasi sedikit keahliannya. Beberapa kemasannya, seperti English Goes to Kampung. Program ini digulirkan di Lapale dan Malolo di Sumba Timur.

Wisatawan juga diajak menikmati aktivitas English Goes to Kampung di Sumba Barat. Wilayahnya ada di Preijing dan Watukarere. Experience tambahan kabarnya mendapat respon positif dari wisatawan.

Bila tertarik silahkan hubungi nomor +6281338730013 dan +6282235660001. Market paket wisata Escape to Sumba secara umum didominasi Belgia, Prancis, Italia, dan Australia.

"Paket-paket wisata menarik selalu ditawarkan kepada wisatawan. Industri pariwisata di Sumba sangat paham bagaimana memberikan experience berbeda. Alam dan budaya mereka itu secara umum sangat eksotis. Apalagi, harga paket dan kemasannya sangat unik," tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.

Minggu, 23 Juni 2019

Hebat, Indonesia Masuk Nominasi PATA Award 2019 di Prancis


PATA France akan memberikan penghargaan pertamanya tahun ini. Penghargaan itu untuk promosi terbaik wilayah Asia-Pasifik. Indonesia masuk dalam finalis nominasi kategori destinasi bersama Australia dan Jepang.

PATA Awards Prancis akan diadakan pada 12 September 2019 nanti. Ada 30 kandidat bersaing dalam enam kategori berbeda. Yakni destination (tourist office), tour operator, distribution network, hotel group, airline, dan cruise line.

Asosiasi yang diketuai oleh Sandrine Ledru (Article Onze Tourisme) dan Guillaume Linton (Asia VOYAGES) ini telah mengumpulkan para juri pada hari Selasa, 9 Juli 2019. Juri terdiri dari Cline Eymery (TourMaG.com), Marie Allantaz (ESCAET), Christine Giraud (Femmes du Tourisme), Jean-Pierre Mas (Les Entreprises du Voyage), Jean-Pierre Sauvage (BAR France), dan Herv Tilmont (SETO - Syndicat des entreprises du tour-operating).

"Para kandidat memainkan peranannya. Kami tidak membatasi diri hanya kepada anggota PATA saja. Penghargaan ini akan menjadi sorotan destinasi-destinasi Asia Pasifik. Di saat yang sama juga menjadi dinamika dan potensi pasar Prancis. jelas Guillaume Linton.

Tiga finalis dari masing-masing kategori antara lain, kategori Destinations (Australia, Indonesia dan Jepang), kategori Hotel Groups (Four Seasons, Jumeirah Hotels & Resorts, dan Shangri-La Resorts), kategori Tour Operators (Asia, FTI Voyages, dan Kuoni).

Sementara, kategori Airlines (Air Astana, Emirates, dan Finnair), Kategori Cruise Line (MSC, Ponant, dan Star Clippers), dan kategori Distribution Network (Leclerc Voyages, Havas Voyages, dan Selectour)

VITO Prancis merasa Indonesia bisa masuk finalis dalam 3 besar yang diseleksi di antara 18 negara di Prancis. Ini menunjukkan semua kerja keras Indonesia dalam mempromosikan Indonesia di Prancis membawa hasil dan dihargai oleh tourism partners di Prancis.

"Finalis PATA Awards harus memberikan presentasi selama 5 menit di depan 10 juri tanggal 12 September 2019, dan pemenang akan diumumkan setelah penjurian. Kita harapkan Indonesia bisa menjadi pemenang, untuk membuat nama Indonesia semakin harum di Prancis," ujar Kepala VITO France, Eka Moncarre.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya, menilai nominasi dari PATA Award France akan menaikkan gengsi Wonderful Indonesia di Eropa.

"Kita sedang serius menggarap pasar Eropa. Termasuk juga Prancis. Menjadi nominasi di PATA Award menjadi sinyal positif atas eksistensi Wonderful Indonesia di Eropa, khususnya Prancis. Kita tentu berharap bisa membawa pulang penghargaan, karena akan menjadi nilai lebih buat kita," tutur Nia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, nominasi tersebut menunjukkan daya saing pariwisata Indonesia semakin diperhitungkan di level global.

"Memenangan ini akan menjadi momentum yang sangat baik untuk memacu kinerja kita mencapai target 20 juta wisman pada tahun 2019," ujar Menpar Arief Yahya.

Mengapa award menjadi penting? Menurut Menpar Arief Yahya, award begitu penting karena tiga alasan yang biasa dia sebut 3C. Yakni Confidence, Credibility, dan Calibration.

"Confidence. Award akan menaikkan tingkat kepercayaan (confidence level) kita. Penghargaan pada dasarnya adalah sebuah legitimasi atau pengakuan. Bila kita mendapatkan penghargaan, maka self confidence kita akan naik," jelas Menpar Arief Yahya.

Menteri asal Banyuwangi ini juga memaparkan terkait Credibility. Dikatakannya, jika dikomunikasikan dengan baik, award yang diperoleh dapat menjadi cara marketing yang paling efektif untuk image.

"Kita tidak perlu bersusah payah menyampaikan keunggulan yang kita miliki. Orang lainlah yang menyatakannya. Nigel Botterill pemenang BT Entrepreneur Award menyatakan It provides instant credibility! People will remember long after the award is presented," ungkapnya.

Pria peraih Marketer of The Years 2016 ini menambahkan, membentuk persepsi melalui positive referal seperti ini sangat efektif. Dan tentunya harus diikuti dengan kinerja yang baik pula.

"Sementara Calibration penjelasannya begini. Sebuah penghargaan juga bermanfaat untuk menera apakah yang kita lakukan sudah benar sekaligus mengetahui posisi kita dibandingkan dengan yang lain," papar Menpar Arief Yahya.

"Menera berarti melakukan pengukuran apakah yang kita lakukan sudah ada dalam track yang benar atau tidak. Dan pengukuran ini menjadi penting, karena bila tak bisa mengukur, maka kita tidak bisa mengelola. If you cannot measure, you cannot manage," sambungnya.

Minggu, 16 Juni 2019

Ibu Hamil Menderita Kanker, Bayi Bisa Lahir dalam Kondisi Baik-Baik Saja


Pada seorang ibu hamil, tetap terdapat potensi munculnya kanker. Perlu pemeriksaan rutin untuk mencegah perkembangan penyakit ini. Munculnya kanker saat kehamilan ini sering membuat seseorang bertanya-tanya apakah bisa meningkatkan bahaya bagi ibu dan bayi.

Menurut Konsultan Hemato Onkologi Medik Rumah Sakit EMC Tangerang, Maringan DL Tobing, kondisi tersebut sesungguhnya tergantung dari temuan kanker itu sendiri.

Contohnya adalah kanker serviks. Apabila kanker tersebut bisa dideteksi di awal, penyakit itu masih bisa diatasi.

"Tetapi kalau stadiumnya sudah lanjut, bisa kita lahirkan bayinya, tapi semoga bisa terselamatkan," kata Maringan ketika ditemui Health Liputan6.com.

Sementara pada bayi, bahaya kanker serviks saat kehamilan sesungguhnya tidak terlalu signifikan.

"Banyak kasus-kasus dilahirkan, bayinya tidak masalah," ungkapnya. Maringan mengatakan, pada ibu hamil, penyakit yang terkait langsung adalah infeksi.

Kanker payudara juga bisa terjadi di saat kehamilan. Dokter spesialis bedah onkologi RS EMC Tangerang, Pramudji Abdulgani mengatakan, belum diketahui apa penyebab munculnya penyaki tersebut.

"Kalau ibu hamil bisa saja diobati, tergantung trimester ke berapa kehamilannya. Bisa saja operasi, tergantung stadiumnya juga," kata Pramudji.

Apabila tumor memungkinkan untuk operasi, benda itu akan diangkat terlebih dulu untuk kemudian dilakukan pengobatan tambahan. Namun, apabila tidak bisa, kemoterapi boleh dilakukan saat kehamilan di masa trimester kedua.

Pada proses kemoterapi, dokter biasanya bakal memberikan obat-obatan yang aman bagi kehamilan. Salah satunya adalah proses bedah onkologi yang relatif tidak membahayakan kehamilan dibanding kemoterapi.

Jumat, 14 Juni 2019

Steven & Coconut Treez Hadir di Edisi 2 Festival Crossborder Sota 2019


Festival Crossborder Sota 2019 akan bergulir kembali. Di edisi ke-2 ini, perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) akan dihentak irama reggae. Sebagai bintang tamu, Kementerian Pariwisata menghadirkan Steven & Coconut Treez.

Edisi 2 Festival Crossborder Sota 2019 digelar 28-30 Juni. Lokasinya di Lapangan Pattimura, Sota, Merauke, Papua. Selain Steven & Coconut Treez, tampil juga Blasta Rap Family dan The Bremers.

Menurut Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani, dalam edisi kedua ini event tetap disajikan meriah.

Kami ingin tampilkan sisi menarik lainnya dari Festival Crossborder Sota. Untuk itu, Steven & Coconut Treez dihadirkan di Sota, Merauke. Kehadiran mereka pasti akan membuat pesta di perbatasan menjadi lebih meriah lagi. Sebab, fans penikmat musik reggae di perbatasan sangat besar, ungkap Ricky.

Sama seperti wilayah Papua lainnya, publik Merauke dan Papua Nugini juga menyukai genre reggae.

Bergabungnya Steven & Coconut Treez adalah menjadi momentum terbaik. Untuk itu, kesempatan langka ini jangan sampai dilewatkan. Pastikan akhir bulan ini semua datang ke Sota untuk bergembira bersama. Bagi masyarakat Papua New Guinea silahkan datang. Ini adalah undangan terbuka bagi semua, terang Ricky.

Kehadiran Steven & Coconut Treez bisa menjadi magnet kuat. Secara band ini memiliki Steven & Coconut Treez memang luar biasa. Steven Kaligis dkk terkenal piawai merangkai nada dan lirik. Buktinya, album perdana langsung meledak di pasaran pada 2005. Melalui album The Other Side, mereka sukses mengorbitkan lagu Welcome To My Paradise.

Melalui lagu ini, Steven & Coconut Treez bahkan dianggap mampu membangkitkan lagi gairah industri musik reggae di tanah air.

Steven & Coconut Treez selalu membawa kesegaran. Ada spirit baru yang selalu disampaikan dalam setiap penampilannya. Kami yakin, kehadirannya akan membangkitkan semangat baru. Semangat untuk terus berkarya dan produktif di perbatasan. Dengan begitu, perekonomian di perbatasan atas positif dan Nawacita Presiden Joko Widodo akan tercapai, tegas Ricky lagi.

Selain live music, Festival Crossborder Sota 2019 jilid 2 tetap menjadi media konservasi budaya adilihung masyarakat Merauke. Beragam Tarian Tradisional tetap akan ditampilkan secara epic. Ada juga tradisi barter melalui konten Trading Pit yang kembali di release. Event juga tetap menawarkan Bazaar, Pameran Kerajinan dan UMKM, hingga Marching Band.

Festival Crossborder Sota selalu menarik untuk dikunjungi. Selalu ada kesan kuat dari penyelenggaraan dan para penampilnya. Semua tentu menjadi experience yang luar biasa. Warna modern dan tradisi dari leluhur pun diramu menjadi atraksi menarik. Potensi ini didukung dengan aksesibilitas dan amenitas di Merauke yang sangat bagus, tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN tersebut. 

Minggu, 09 Juni 2019

Cara Ubah Background Foto di Android, Mudah Tanpa Photoshop


Maraknya media sosial yang kesemuanya bisa membagi file berupa foto, membuat pengguna kini makin tertarik membuat foto-fotonya jadi indah. Terlebih lagi, kini mengambil foto tidak harus menggunakan kamera profesional. Smartphone pun sudah sangat mumpuni.

Tetapi, foto-foto itu tidaklah selalu sempurna. Terkadang, saat memotret Anda mungkin akan terganggu oleh latar belakang yang buruk atau beberapa objek yang tidak diinginkan.

Guna menghadapi masalah tersebut, berikut ini adalah 3 aplikasi pengubah latar belakang Android terbaik, sebagaimana dikutip dari laman Photo Wondershare, via Tekno Liputan6.com.

1. Change Photo Background

Hanya dalam beberapa menit, Anda bisa mengubah dan menghapus latar belakang foto dengan aplikasi ini. Selain itu, aplikasi ini memungkinkan Anda untuk menghapus objek dan gambar yang tidak diinginkan.

Change Photo Background memiliki 10 wallpaper HD untuk digunakan. Secara keseluruhan, aplikasi ubah background di Android ini sangat direkomendasikan untuk pemula.

2. Background Eraser

Selain Change Photo Background, aplikasi ini bisa jadi rekomendasi selanjutnya. Pasalnya, aplikasi ini memungkinkan pengguna, untuk menyimpan gambar transparan dalam format JPG atau PNG.

Change Photo Background menawarkan alat canggih, seperti menghapus latar belakang termasuk brush tool, target area dan lainnya.

3. Ultimate Background Eraser

Aplikasi terakhir yang direkomendasikan adalah Ultimate Background Eraser. Aplikasi ini bisa digunakan untuk menghapus latar belakang, baik secara manual maupun dengan tools bernama Lasso.

Ultimate Background Eraser memiliki fitur hapus otomatis. Hanya dengan menyentuh area yang tak diinginkan, maka area tersebut akan terhapus.

Menariknya, aplikasi ini sudah mendukung format file foto PNG dan JPG. Anda juga bisa membagikan hasil editan melalui sosial media.

Jumat, 07 Juni 2019

Demi Kemajuan Pariwisata, Guru Diminta Memahami Generasi Milenial


Guru memiliki peran penting bagi pariwisata di Indonesia. Merekalah yang akan menanamkan kecintaan pada dunia kepariwisataan kepada siswa yang merupakan generasi penerus.

Namun bagaimana bisa menanamkan kecintaan pada dunia pariwisata kalau tidak memahami kepariwisataan. Karena itu seorang guru harus memiliki pengetahuan, wawasan dan memahami dunia pariwisata.

Dalam Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Bagi Guru di Surabaya, Rabu (19/6), pembicara dari Widyaiswara Madya Kemenpar Abdul Kohar Rifai SE MM menyoroti pentingnya guru menguasai dunia kepariwisataan. Sebab profesi guru tak sekadar pengajar di sekolah tetapi juga memiliki peran penting di masyarakat.

"Seorang guru harus paham dunia kepariwisataan karena bagaimana bisa mentransformasikannya kepada siswa kalau tidak memahami pariwisata. Paling tidak guru harus mengerti apa itu produk pariwisata dan destinasi pariwisata," kata Abdul Kohar dalam paparannya.

Sebenarnya untuk memahami soal pariwisata, Abdul Kohar mengatakan guru bisa baca UU 10/ 2009. "Tapi untuk bisa menggambarkan lebih rinci kepada siswa tentang sebuah destinasi pariwisata, agar bisa lebih membangkitkan ketertarikan pada siswa, guru tentunya harus sudah mengunjunginya. Karena itu saya sepakat agar wajah para guru tidak "peteng", sekali kali ajak guru berwisata," kata Abdul Kohar.

Lebih jauh, dalam pemaparannya Abdul Kohar mengatakan penting memberi peran guru di dalam pembangunan kepariwisataan Indonesia. Ia pun berharap dalam setiap mengajar guru bisa menyelipkan narasi soal pariwisata, destinasi yang pernah dikunjungi, pengalamannya kepada siswa. Sehingga siswa bisa membayangkannya dan timbul daya tarik untuk mengunjunginya.

"Kesadaran ini harus ditanamkan pada setiap guru saat mengajar di sekolah," ujar Abdul Kohar.

Sementara itu Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti, Ira Mayasari S Pd kemajuan dunia pariwisata Indonesia ke depan akan ditentukan oleh generasi milenial. Karena itu penting bagi guru untuk memahami dunia kepariwisataan karena gurulah yang langsung menangani generasi milenial yang merupakan siswa-siswi mereka.

"Penting bagi kita menyiapkan SDM untuk menghadapi tourism 4.0, apa-apa saja yang harus disiapkan, kendala-kendalanya dan tantangan ke depannya. Di sinilah peran guru sangat dibutuhkan, karena di tangan mereka lah yang membentuk SDM kita di masa depan," kata Ira Mayasari.

Menurut Ira, seiring dengan perkembangan zaman dan revolusi industri 4.0, konektivitas dan interaksi sudah tidak bisa dibatasi. Era digitalisasi, informasi dan komunikasi juga kini semakin berkembang pesat. Maka dari itu SDM yang memiliki kemampuan dan cepat menyesuaikan teknologi sangat dibutuhkan. "Karena generasi milenial tumbuh di era yang teknologi digital berkembang sangat pesat, maka guru pun harus bisa memanfaatkan teknologi untuk mengarahkan siswa ke hal yang positif," kata Ira.

Dikatakan Ira, era digitalisasi mendorong pelaku industri pariwisata membangun spot-spot foto yang menarik untuk ditampilkan dalam media sosial seperti FB dan instagram. "Sekarang banyak spot-spot foto di obyek wisata yang instagramble," katanya.

Ira juga menyoroti perilaku wisatawan yang kini lebih mandiri dengan memanfaatkan informasi yang lebih lengkap dari internet. "Nah perkembangan yang sangat pesat ini dibutuhkan SDM yang mumpuni. Guru lah yang menjadi tumpuan dasar bagi SDM generasi mendatang," kata Ira.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan pelatihan yang digelar pada Rabu, (19/6) di Harris Hotel & Convention Gubeng, Surabaya, ini sangat strategis. Terutama untuk menyatukan pemahaman tentang pariwisata yang baik dan benar.

"Oleh karena itu, kita bersinergi dengan Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Timur, juga dengan Dinas Pendidikan Jatim. Ini bentuk sinergitas di lapangan. Karena kalau bicara pariwisata, sangat panjang, lebar, dan melibatkan banyak hal," kata Giri

Adapun pelibatan guru dalam pariwisata menurutnya untuk memberi pemahaman utuh kepada siswanya, khususnya mengenai pariwisata. "Kita sampaikan jika pariwisata adalah sektor yang sangat menjanjikan di masa depan. Sektor yang bisa merangkul siapa saja dan sektor mana saja. Namun, kita ingin ada persepsi yang sama soal pariwisata. Dan guru bisa menjadi penyambung informasi itu," ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun memberikan apresiasi atas keterlibatan para guru. Sebab, informasi yang mereka terima bisa langsung disampaikan ke para siswa.

"Sampaikan jika pariwisata adalah masa depan bangsa. Pariwisata adalah core economy yang akan menjadi penyumbang devisa nomor satu di Indonesia. Kita membutuhkan SDM-SDM andal untuk menanganinya. Dan kita membutuhkan guru untuk memberikan informasi itu," kata Arief.