Pages

Minggu, 21 Juli 2019

Jangan Sampai Tertipu! Ketahui 5 Perbedaan Jam Tangan Ori dan KW Ini 626600


Jam tangan tentu saja menjadi alat penunjuk waktu yang cukup praktis. Selain bisa dibawa kemana-mana, jam tangan juga tidak sulit untuk ditemukan. Kamu bisa membeli jam tangan di counter resmi atau di sepanjang jalan yang menjual jam-jam murah. Dengan begitu, jam tangan pun kini sudah tidak asing lagi dan sudah banyak orang yang menggunakannya. Kini berbagai jam tangan didesain sesuai dengan zamannya agar terlihat keren dan hits. Tidak hanya jam tangan wanita saja, tetapi jam tangan pria juga.

Jam tangan sebagai aksesoris pelengkap fashion hadir dalam berbagai merk yang terkenal. Jam tangan dengan merk terkenal atau branded tentu saja memiliki kualitas yang baik juga harga yang cukup fantastis. Untuk mendapatkan jam bermerk ini, tak jarang kamu harus mengumpulkan uang selama berbulan-bulan. Setelah mendapatkan jam tangan tersebut, tentu saja kepercayaan diri serta status sosial kamu semakin meningkat.

Status sosial bisa menandakan bahwa kamu kaya raya dan mampu untuk membeli barang-barang mahal. Agar terlihat kaya dan mampu, biasanya kamu selalu membeli jam tangan branded KW. Jam tangan tersebut memiliki merk branded namun dengan kualitas standar. Dengan begitu, harganya pun akan jauh lebih murah sehingga dapat dijangkau oleh semua kalangan. Tentu saja fenomena seperti ini sudah tidak asing lagi.

Membeli jam tangan pria sebaiknya membeli yang asli saja agar kualitasnya tetap terjaga, dibandingkan membeli yang KW namun muda rusak ketika beberapa kali dipakai. Jika kamu tidak sanggup, belilah jam tangan yang sesuai dengan kemampuan keuanganmu. 

Perbedaan Jam Tangan Ori dan KW
Meskipun memiliki kemiripan yang sulit dibedakan, jam tangan yang asli dan KW memiliki perbedaan yang masih bisa kamu lihat. Lalu, apa saja perbedaan tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

1. Bentuk fisik
Pertama, kamu bisa membedakannya dari bentuk fisik jamnya. Secara sekilas, memang bentuk fisik jam kw dan ori terlihat sangat mirip. Namun, bentuk fisik jam tangan original dibuat dengan mesin yang canggih sehingga hasil bentuk fisiknya sangat detail dan sempurna. Sedangkan jam tangan KW bentuknya tidak sesempurna jam tangan ori. Ada saja bagian fisiknya yang terlihat lebih besar, lebih kecil, dan terbuat dari material yang berbeda.

2. Detail Logo dan Tulisan
Meskipun logonya sekilas terlihat sama, namun jika dilihat lebih seksama kamu bisa melihat perbedaannya. Logo jam tangan asli biasanya lebih tegas dan jernih, sedangkan logo jam tangan KW biasanya lebih blur dan dibuat asal saja. Selain itu, font tulisan jam tangan KW juga berbeda dengan jam tangan ori. Oleh karena itu, kamu harus lebih teliti saat melihat perbedaan logo dan tulisan dari jam tangan tersebut.

3. Mengecek mesin jam
Saat ingin melihat mesin jamnya, kamu harus membongkar terlebih dahulu kedua jam tersebut. Jam tangan asli biasanya memiliki mesin yang tersusun rapi dan presisi dibandingkan dengan jam tangan KW yang disusun secara asal-asalan. Mesin jam tangan original biasanya tidak akan mudah rusak dan bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama tergantung pemakaian.

4. Mengecek nomor seri
Terakhir yaitu dengan mengecek nomor seri pada kedua jam tangan tersebut. Nomor seri yang ada pada jam tangan asli biasanya memiliki nomor resmi yang sudah terdaftar di perusahaan terkait. Sedangkan jam tangan KW tidak terdaftar bahkan sama sekali tidak memiliki nomor resmi.

Itulah beberapa cara mudah membedakan jam tangan original dan KW. Pastikan kamu membeli jam tangan yang sesuai dengan selera dan juga isi dompet. Semoga bermanfaat!

Minggu, 07 Juli 2019

Promosi Wonderful Indonesia Digas Dubes Tantowi di Pasific Exposition 2019


Keseriusan Presiden Jokowi untuk meraup devisa lewat pariwisata langsung direspon Dubes RI untuk Selandia Baru, Tonga dan Samoa, Tantowi Yahya. Saat diminta waktu wawancara salah satu media besar nasional, Tantowi dengan spontan menggiring wawancara ke booth Wonderful Indonesia.

"Saya pinjam booth Wonderful Indonesia ya Bu Titik," ucap Dubes Tantowi kepada Kabid Area IV Regional IV Kemenpar Titik Lestari.

Lantas mengapa Dubes Tantowi samoai ngotot menggiring wawancara ke booth Wonderdul Indonesia?

"Alasan pertama, boothnya Indonesia Banget. Ada replika kapal Phinisi, penari-penarj dengan pakaian adat Indonesia, juga tulisan besar Indonesia berwarna merah," tutur Dubes Tantowi.

Yang kedua, mantan MC ternama Indonesia itu ingin mempromosikan pariwisata Indonesia. Dia ingin mengangkat brand Wonderful Indonesia di kawasan Asia Pasifik.

"Ide pak Menteri Pariwisata kemarin kan bagus banget. Menjadikan Pasific sebagai One Destination seperti ASEAN. Kalau ini jalan, pasti akan bagus sekali," ucapnya.

Potensinya? Bisa cukup besar. Maklum, ada 20 negara yang ikut hadir di Pasific Exposition 2019.

Adapun ke-20 negara itu adalah Australia, Cook Island, Federated States of Micronesia, Fiji, French Polynesia, Indonesia, Kiribati, Marshall Islands, Nauru, New Zealand, Niue, Palau, Papua New Guinea, Samoa, Solomon Islands, Timor Leste, Tuvalu, Vanuatu, New Caledonia.

"Indonesia adalah bagian dari Pasifik. Posisi Indonesia secara geografis menghadap ke laut Pasifik. Kita punya lima provinsi yang menghadap ke pasifik, yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Timor Barat atau NTT," paparnya.

"Dan kebetulan, negara-negara di Pasifik memiliki planning yang sama, menjadikan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi andalan negaranya," timpal Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Menpar Arief Yahya ikut semangat melihat starting awal yang langsung gigi lima dalam mempromosikan pariwisata Indonesia. Dia yakin, Wonderful Indonesia bakal lebih tajam menghujam di benak masyarakat Pasifik. Inilah yang kami sebut Indonesia Incorporated, kompak di semua lini, untuk membangun pariwisata Indonesia, ungkap Menpar Arief Yahya.

komitmen CEO atau orang nomor satunya sudah solid, maka semua akan berjalan lebih kencang. Target 20 juta di tahun 2019 itu bukan lagi angan dan mimpi, tetapi benar-benar di depan mata. Terima kasih Pak Dubes, Salam Wonderful Indonesia, ucapnya.