Pages

Senin, 09 Maret 2020

Fakta-Fakta Menarik Eprocurement Indonesia : Perbankan Hingga Consumer Goods


Apakah Anda sudah mengenal apa itu eprocurement B2B alias business-to-business? Jika belum, tenang saja. Pasalnya, sistem bisnis satu ini memang masih sangat baru di Indonesia dan penggunanya pun masih ada di kalangan tertentu saja. Nah, untuk mengenalkan masyarakat awam tentang apa itu B2B dan juga bagaimana keadaan eprocurement Indonesia, berikut ini ulasan yang bisa Anda simak.

Fakta-Fakta Menarik Eprocurement Indonesia

Di Indonesia ini, eprocurement memang masih dinilai ‘awam’. Banyak para pelaku bisnis di pelosok yang belum mengenal sistem ini. Padahal jika diterapkan, Anda bisa mendapat untung besar dengan proses bisnis yang mudah. Tidak percaya? Yuk simak beberapa fakta menarik dari eprocurement Indonesia selama tahun 2019, yakni : 

1. Industri Top 3 

Menurut Mbiz, ada top 3 sektor yang paling banyak mengikuti sistem ini. Mereka adalah perbankan, ritel, dan customer goods. Kategori ini dilihat dari tingkat intensitas perusahaan ini dalam bertransaksi. Tentunya, perusahaan-perusahaan ini telah berkategori blue chips dimana merupakan perusahaan besar dan multinasional.

2. Top 5 Sektor Pengadaan Barang Jasa

Tidak hanya 3 besar saja, di industri pengadaan barang dan jasa eprocurement Indonesia juga ada 5 besar dari jenis produk. Diurutkan berdasar peringkat dari atas ke bawah, mereka adalah layanan instalasi, jasa pemeliharaan, dan perbaikan, baru kemudian produk manufaktur dan alat listrik, lalu emas batangan, smartphone, hingga di posisi 5 adalah bahan percetakan.

3. Eprocurement Berpeluang Menarik di Dunia Bisnis

Tentunya, informasi terkait sektor-sektor apa saja yang berjaya di bidang eprocurement dapat memberi manfaat pada Anda selaku pebisnis. Pasalnya, kebutuhan akan barang dan jasa akan selalu ada dan selalu meningkat sehingga info ini bisa Anda jadikan masukan dan gambaran tentang peluang ekspansi bisnis Anda serta kebutuhan apa yang diminati pasar.

4. Ada Program Kemitraan Strategis

Selain itu, Tidak hanya dari para pelaku usaha saja, Anda juga akan menemukan para konsumen alias pembeli di dalam website eprocurement seperti Mbiz. Salah satu alasan mengapa eprocurement diminati adalah karena program kemitraan mereka yang menguntungkan dan diikuti oleh perusahaan-perusahaan blue chips. 

Alih-alih memberi proses kerjasama yang rumit, eprocurement malah menyediakan barang dan jasa yang sangat dibutuhkan pasar dengan proses yang mudah. Selain itu, Tidak hanya dari para pelaku usaha saja, Anda juga akan menemukan para konsumen alias pembeli di dalam website eprocurement seperti Mbiz.

5. Program Reward Pelanggan

Di Mbiz contohnya, ada banyak program reward pelanggan yang diberikan kepada mereka yang banyak melakukan usaha. Program ini adalah apresiasi perusahaan kepada para pelanggan di banyak sektor usaha. Tentunya, reward yang ada di program B2B eprocurement ini membuat pertumbuhan pengadaan barang dan jasa meningkat sepanjang tahun 2019, misalnya saja sektor smartphone yang meningkat 1,5x lipat.

Demikian ulasan kali ini tentang fakta-fakta menarik B2B eprocurement Indonesia. Semoga ulasannya bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar