Pages

Rabu, 05 Mei 2021

Jangan Sepelekan, Anemia pun Bisa Menyebabkan Kematian


Jika dibandingkan dengan sejumlah penyakit kronis dan mematikan seperti kanker atau serangan jantung, anemia terdengar tidak begitu menyeramkan. Pasalnya, kebanyakan kasus anemia berada di level ringan. Untuk itu, belum banyak pengidap anemia yang mau melengkapi dirinya dengan perlindungan jiwa. Padahal, anemia juga bisa mematikan, lho.

Dikutip dari Alodokter, anemia merujuk pada kondisi kurangnya sel darah merah yang sehat ataupun tak berfungsinya sel darah merah dengan baik. Kelangkaan sel darah merah sehat dalam tubuh ini dapat berakibat pada kurangnya asupan oksigen yang normalnya dibawa oleh sel darah merah. Pada akhirnya, sejumlah organ tubuh tidak dapat bekerja dengan normal kemudian tubuh berhenti bernapas secara total.

Menurut Healthline, ada 8 jenis kondisi anemia yang dapat menyebabkan kematian, yakni:

1. Aplastic anemia. Anemia aplastik terjadi ketika sumsum tulang belakang rusak dan tak bisa memproduksi sel darah baru yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Alhasil, jumlah salah satu atau semua jenis sel darah menurun. Jenis anemia ini umum terjadi sebagai efek samping dari pengobatan kanker, paparan bahan kimia beracun, kehamilan, gangguan autoimun, infeksi virus, sampai idiopatik—atau tanpa penyebab yang diketahui.

2. Paroxysmal nocturnal hemoglobinuria (PNH). Laman Healthline menyebut PNH adalah kondisi lanjutan anemia aplastik. Sebab, penyakit langka ini umum terdiagnosis ketika pasien sedang atau selesai melakukan pengobatan anemia aplastik. Jenis penyakit genetik ini dapat menyebabkan pembekuan darah, menghancurkan sel darah, merusak fungsi sumsum tulang, sampai mengakibatkan kematian.

3. Myelodysplastic syndromes. Sindrom mielodisplasia sering disebut sebagai penyakit praleukemia. Penyebabnya adalah ketidakmampuan sumsum tulang belakang untuk menghasilkan sel-sel darah merah karena telah rusak. Pada akhirnya, sel-sel mati lebih awal dan mudah dihancurkan oleh sistem imun tubuh. Beberapa ahli kesehatan juga menganggap sindrom ini sebagai jenis kanker, karena kebolehannya untuk berubah menjadi leukemia myeloid akut.

4. Hemolytic anemia. Anemia hemolotik terjadi ketika usia sel darah merah dalam tubuh terlalu pendek. Sehingga, ia hancur lebih cepat sebelum tubuh memproduksi sel darah merah pengganti. Beberapa kasus anemia ini bersifat sementara, kronis, ataupun diturunkan dari anggota keluarga.

5. Sickle cell disease. Penyakit sel sabit akan mengubah sel darah merah penderita menjadi sabit, kaku, dan lengkat. Akibatnya, sel-sel darah merah itu tersangkut di pembuluh darah kecil, kemudian menghalangi aliran darah ke seluruh tubuh, dan menghilangkan jaringan oksigen. Kondisi ini umum ditemui pada orang keturunan Afrika.

6. Severe thalassemia. Talasemia adalah kondisi bawaan yang membuat tubuh tak mampu menghasilkan cukup hemoglobin, yang merupakan protein penting sel darah merah. Kurangnya hemoglobin akan menurunkan fungsi sel darah merah dan membuatnya cepat mati.

7. Malarial anemia. Malaria adalah penyakit infeksi yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk anofeles. Pengidap malaria dengan kondisi kekurangan gizi, masalah pada sumsum tulang belakang, serta parasit malaria masuk ke sel darah merah akan sangat mudah untuk mengidap malaria berat. Gejala utama malaria berat adalah anemia malaria.

8. Fanconi anemia. Anemia fanconi terjadi ketika sumsum tulang belakang rusak karena kondisi genetik. Alhasil, penderita tidak memiliki cukup sel darah merah. Jenis anemia ini juga sering kali ditandai dengan kelainan fisik seperti jempol atau lengan bawah yang cacat, kelainan pada kerangka, ginjal, saluran cerna, ataupun masalah pada penglihatan dan pendengaran.

Demikian ulasan tentang jenis-jenis anemia yang dapat mematikan. Semoga bermanfaat.