Pages

Jumat, 11 Juni 2021

Apakah Air Purifier Benar-benar Saring Udara dari Bakteri dan Virus?


Janji pada iklan pembersih udara atau air purifier sangat menarik: Alat ini dirancang untuk membersihkan udara di rumah, menyingkirkan semua kotoran termasuk bau, asap, debu dan bulu hewan peliharaan. Mengingat fakta yang diungkap United States Environmental Protection Agency atau EPA bahwa udara dalam ruangan dapat memiliki tingkat polutan tertentu hingga lima kali lebih tinggi daripada udara luar.

Apakah air purifier benar-benar mampu membersihkan udara dari bakteri dan virus? Berikut jawabannya.

1. Bagaimana cara kerja pembersih udara?

Pembersih udara biasanya terdiri dari beberapa filter dan kipas yang menghisap serta mengedarkan udara. Saat udara bergerak melalui filter, polutan dan partikel ditangkap dan udara bersih didorong kembali ke luar. Biasanya, filter ini terbuat dari kertas, serat (seringkali fiberglass), atau jaring, dan membutuhkan penggantian reguler untuk menjaga efisiensi dan fungsi yang optimal.

Itu berarti, selain harga beli alat pembersih udara, kamu juga harus memperhitungkan biaya operasi dan biaya penggantian filter. Biaya operasional (listrik) bisa sekitar Rp100 ribu per tahun, karena kamu harus menyalakan pembersih udara di dekatmu terus-menerus untuk mendapatkan manfaatnya. Penggantian filter juga bisa memakan biaya hingga Rp100 ribu per tahun.

Beberapa filter dapat digunakan kembali dan dicuci, tetapi membutuhkan perawatan yang sangat teliti. Filter yang dapat digunakan kembali (tidak sekali pakai) umumnya lebih baik dalam menghilangkan partikel yang lebih besar dari udara, seperti tungau debu dan serbuk sari. Kamu juga bisa menggunakan filter UV (sinar ultraviolet) di pasaran, yang sering mengklaim menghancurkan kotoran biologis seperti jamur atau bakteri, tetapi membutuhkan daya watt lebih tinggi agar efektif (belum lagi beberapa bakteri tahan UV).

Pembersih udara lainnya menggunakan ionizers untuk membantu menarik partikel seperti debu dan alergen yang mengendap di udara. Jika kamu tertarik untuk membeli pembersih udara yang menggunakan ionizers, pastikan itu tidak menghasilkan ozon, gas yang terdiri dari tiga atom oksigen yang sering dipasarkan sebagai pemecah polutan, karena ozon bisa mengiritasi paru-paru dan semakin memperburuk kondisi asma. Biasanya pembersih udara dengan ozon akan tertera pada deskripsi produk.

2. Apa yang seharusnya disaring oleh pembersih udara?

Sebagian besar filter di pasar dirancang untuk menangkap partikel seperti debu dan serbuk sari, tetapi tidak menangkap gas seperti VOC (volatile organic compounds, senyawa organik yang mudah menguap) atau radon karena akan membutuhkan adsorben, seperti karbon aktif. Faktanya, Badan Perlindungan Lingkungan/Environmental Protection Agency (EPA) memperingatkan bahwa fungsi pembersih udara hanya terbatas dalam hal menyaring gas, dan kamu harus sering mengganti filter untuk fungsi optimal, biasanya sekitar setiap tiga bulan atau lebih.

Jadi, sementara banyak air purifier mampu menyaring partikel polutan dari udara (debu, asap, serbuk sari, dll.), tapi tidak selalu pandai menghilangkan polutan gas seperti VOC atau radon dari udara.

Selain itu, keefektifan pembersih udara dalam situasi saat ini kemungkinan tidak akan sama pada kondisi yang ada di laboratorium saat dilakukan uji coba. Juga, ada hal-hal lain di rumahmu yang dapat mempengaruhi optimasi fungsi air purifier seperti ventilasi (jendela terbuka atau tertutup), dan partikel baru yang terus muncul, sehingga udara mungkin tidak disaring dengan baik.

Jika kamu khawatir tentang jamur, sebaiknya membeli dehumidifier atau humidifier untuk membantu menjaga tingkat kelembapan yang sesuai di rumah dan mencegah masalah pertumbuhan jamur. Air purifier tidak mencegah pertumbuhan jamur, sehingga perlu untuk menghilangkan sumber kelembapan yang menyebabkan pertumbuhan jamur.

3. Jadi... haruskah membeli air purifier?

Sebelum melakukannya, ketahuilah bahwa pembersih udara bukanlah obat penyembuh yang dengan ajaib bisa memurnikan udara di sekitarmu. Ada sangat sedikit bukti medis untuk mendukung bahwa air purifier secara langsung membantu meningkatkan kesehatan atau mengurangi alergi dan gejala pernapasan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa sangat sulit untuk memisahkan efek dari polutan udara yang di rumah dari faktor lingkungan dan genetik lainnya.

Tetapi jika kamu seorang penderita alergi atau asma, pembersih udara dengan filter HEPA mungkin bermanfaat karena akan baik untuk pernapasanmu dan mampu menghilangkan partikel udara halus.

4. Apa itu filter HEPA?

HEPA adalah akronim untuk High Efficiency Particulate Air. Filter HEPA menangkap partikel berbagai ukuran dalam jaring berlapis-lapis yang biasanya terbuat dari benang fiberglass yang sangat halus (jauh lebih tipis dari ukuran helai rambut manusia!) dengan celah ukuran yang bervariasi. Filternya kedap udara, dan terdiri dari lembaran padat serat kecil yang dilipat dan disegel dalam bingkai logam atau plastik.

Kipas air purifier akan menarik udara ke dalam saringan dan partikel ditangkap di saringan. Partikel yang lebih besar (yang lebih besar dari serat) ditangkap melalui impaksi (partikel menabrak serat), partikel berukuran sedang ditangkap oleh intersepsi (partikel menyentuh serat dan ditangkap), dan partikel ultra-halus ditangkap oleh difusi, partikel pada akhirnya akan mengenai dan menempel pada serat.

Pada akhirnya yang dikeluarkan kembali adalah udara yang bersih dan bebas partikel halus.

5. Apa saja yang harus dilihat jika ingin membeli air purifier?

Peringkat CADR (clean-air delivery rate). Ini mengukur kecepatan pembersihan pembersih untuk menghilangkan asap, debu, dan serbuk sari. Carilah CADR minimal 300.

Pedoman ukuran. Untuk kekauratan, butuh model air purifier yang dirancang untuk dalam ruangan. 

Tanda verifikasi dari AHAM (Association of Home Appliance Manufacturers). Standar AHAM dirancang untuk memastikan keamanan, efisiensi, dan kinerja banyak peralatan perawatan rumah, termasuk pembersih udara. Standar ini dirancang untuk memberikan pemahaman bersama antara produsen dan konsumen untuk membantu membuat proses pembelian lebih sederhana. 

HEPA. Filter HEPA efektif menghilangkan partikel ultra halus (pikirkan: debu, bulu, serbuk sari, jamur, dan alergen umum lainnya di rumah). Standar industrinya adalah bahwa air purifier harus dapat menghilangkan setidaknya 99,97 persen dari partikel yang berukuran 0,3 mikron diameter dalam pengaturan laboratorium. Ingat, penting untuk dicatat bahwa dalam pengaturan kehidupan nyata, kekauratan air purifier sebenarnya akan berkurang karena polutan baru akan terus muncul. 

Meski air purifier tidak sepenuhnya mampu membunuh bakteri dan virus, namun tidak ada salahnya menggunakan perangkat canggih satu ini untuk membantu membersihkan udara di sekitar kita agar terhindar dari batuk dan alergi.

0 komentar:

Posting Komentar